Jakarta -
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut bicara soal Usulan Program
Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DB) yang biasa disebut dana aspirasi DPR. Ahok
yang merupakan mantan anggota Komisi II DPR menegaskan tak setuju dengan dana
aspirasi tersebut.
"Dari dulu saya nggak
setuju, kamu tanya deh sama DPR nya sendiri," kata Ahok usai menghadiri
Ibadah Syukur 70 Tahun Gereja Yesus Kristus di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu
(20/6/2015).
Dana aspirasi DPR kini memang
sedang ramai diperbincangkan dan menjadi pro kontra. Koalisi Kawal Anggaran
menilai program itu hanya akan menguntungkan anggota DPR.
"Saya melihat ini satu
bagian dana politik yang menjadi keuntungan besar bagi partai. Kami meminta
kepada DPR menghentikan pembahasan ini, dan fokus kepada RAPBN," Juru
Bicara Koalisi Kawal Anggaran Roy Salam dalam talkshow Polemik Sindo Trijaya
Network di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2015).
Selain meminta DPR
menghentikan pembahasan, Koalisi Kawal Anggaran juga meminta Presiden Jokowi
tak memasukkan dana aspirasi DPR ke dalam RAPBN 2016. DPR juga diminta fokus
menjalankan tugasnya sebagai pengawas pemerintahan.
"Sebab dana aspirasi ini implikasinya
begitu banyak," ujarnya.
Anggota Fraksi NasDem DPR Jhonny
G Plate senada dengan Roy Salam. Jhonny mengingatkan Indonesia kini sedang
menghadapi tantangan ekonomi. Program dana aspirasi DPR dianggap mengganggu
ekonomi nasional.
"Segera kita hentikan
itu, kita salurkan itu sebagai affirmative action untuk dilaksanakan
pemerintah," ujar Jhonny.
Anggota Fraksi Golkar DPR
Misbakhun punya pandangan berbeda dengan Roy dan Jhonny. Misbakhun mengatakan
UP2DB akan membantu pembangunan daerah. Lagipula, dia menegaskan tak ada uang
tunai yang masuk ke kantong anggota DPR di program ini.
"Program ini perlu
dukungan masyarakat supaya pembangunan lebih merata. Program ini akan membuat
masyarakat ikut merasakan hak anggota DPR memperjuangkan mereka itu terlihat
nyata," ujar eks politikus PKS ini.

0 comments:
Post a Comment