Thursday, 25 June 2015

Jusuf Kalla Dorong Menteri Ekonomi Tingkatkan Kinerja


Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7 persen pada kuartal I 2015. Angka ini turun 0,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 5,21 persen. Inflasi pun tercatat mencapai 7,15 persen dari Mei 2014-Mei 2015.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun mengakui, ada sejumlah menteri di bidang ekonomi yang kinerjanya belum mencapai target. JK juga mendorong kinerja para menteri tersebut untuk memajukan perekonomian.
"Ya ada yang mencapai, ada yang masih bekerja. Tidak semuanya tentu. Ya kita nilai tidak harus hanya 6 bulan saja. Tapi harus agak jangka menengah tapi memang banyak yang harus didorong peningkatannya‎," kata dia, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (25/6/2015).
JK menuturkan lesunya ekonomi tidak hanya disebabkan oleh faktor buruknya kinerja menteri, melainkan juga faktor eksternal. Menghadapi faktor eksternal ini, para menteri harus bekerja lebih baik lagi.
"Masalah ekonomi itu bukan hanya masalah kerja kabinet tapi juga dipengaruhi masalah dari luar. Bahwa kabinet harus kerja lebih baik, ya pasti. Kita usahakan itu. Kita bekerja lebih baik," tutur JK.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani dan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat ‎berharap ada perombakan kabinet. Mereka meminta menteri di bidang ekonomi dijabat orang yang handal.

Terkait hal ini, JK menjelaskan para pengusaha boleh saja memberi usul untuk mengganti, tapi keputusan bukan di tangan mereka.‎ "Pengusaha boleh mengusulkan tapi yang menentukan pemerintah itu sendiri," tandas Jusuf Kalla.
Share this article

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2015 Informasi • All Rights Reserved.
back to top