Jakarta
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7 persen pada kuartal I 2015. Angka ini
turun 0,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 5,21 persen.
Inflasi pun tercatat mencapai 7,15 persen dari Mei 2014-Mei 2015.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun mengakui,
ada sejumlah menteri di bidang ekonomi yang kinerjanya belum mencapai target.
JK juga mendorong kinerja para menteri tersebut untuk memajukan perekonomian.
"Ya ada yang mencapai, ada yang masih
bekerja. Tidak semuanya tentu. Ya kita nilai tidak harus hanya 6 bulan saja.
Tapi harus agak jangka menengah tapi memang banyak yang harus didorong
peningkatannya," kata dia, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis
(25/6/2015).
JK menuturkan lesunya ekonomi tidak hanya
disebabkan oleh faktor buruknya kinerja menteri, melainkan juga faktor
eksternal. Menghadapi faktor eksternal ini, para menteri harus bekerja lebih
baik lagi.
"Masalah ekonomi itu bukan hanya masalah
kerja kabinet tapi juga dipengaruhi masalah dari luar. Bahwa kabinet harus
kerja lebih baik, ya pasti. Kita usahakan itu. Kita bekerja lebih baik,"
tutur JK.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia
Hariyadi Sukamdani dan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade
Sudrajat berharap ada perombakan kabinet. Mereka meminta menteri di bidang
ekonomi dijabat orang yang handal.
Terkait hal ini, JK menjelaskan para pengusaha
boleh saja memberi usul untuk mengganti, tapi keputusan bukan di tangan
mereka. "Pengusaha boleh mengusulkan tapi yang menentukan pemerintah itu
sendiri," tandas Jusuf Kalla.


0 comments:
Post a Comment