Perusahaan telekomunikasi
Smartfren berjanji akan menjaga pelanggan lama yang memakai teknologi Code
Division Multiple Access (CDMA), meskipun perusahaan kini sedang menyiapkan
jaringan 4G Long Term Evolution (LTE).
Smartfren saat ini
memanfaatkan jaringan CDMA untuk layanan telepon (voice) dan pesan teks (SMS).
Jaringan ini juga akan memberi layanan data (Internet) kepada pelanggan yang
masih memakai ponsel pintar yang belum mendukung 4G LTE.
Sementara itu, jaringan 4G
LTE saat ini hanya dimanfaatkan untuk layanan Internet. Presiden Direktur
Smartfren Telecom, Merza Fachys mengatakan, CDMA akan tetap dijaga karena saat
ini 12 juta pelanggannya memakai teknologi tersebut. Perusahaan akan menjaga
teknologi ini sampai dirasa tak diperlukan lagi oleh pelanggan.
Anak usaha kelompok bisnis
Sinar Mas ini berencana mengkomersialkan 4G LTE pada semester kedua tahun ini,
tetapi Merza enggan menyebut tanggal pastinya.
Smartfren bakal memanfaatkan
spektrum frekuensi 850 MHz dan 2.300 MHz untuk menggelar 4G LTE. Spektrum 2.300
MHz, akan digunakan sepenuhnya dalam waktu dekat setelah migrasi frekuensi dari
1.900 MHz rampung. Kementerian Komunikasi dan Informatika memberi waktu sampai
2016 agar Smartfren menyelesaikan migrasi ini.
“Jika nanti migrasi dari
1.900 MHz ke 2.300 MHz selesai, kami akan kembalikan 1.900 MHz ke pemerintah,”
kata Merza usai memaparkan hasil uji jaringan Smartfren di Bali, Kamis (18/6).
Pelanggan lama pemakai
ponsel pintar Andromax yang belum mendukung 4G LTE, nantinya tak lagi bisa
memanfaatkan spektrum 1.900 MHz dan hanya mengandalkan spektrum 850 MHz. Ini
berarti, Smartfren secara tak langsung meminta pelanggan untuk membeli
perangkat Andromax 4G LTE karena perangkat model terbaru ini mendukung spektrum
850 MHz dan 2.300 MHz.
Merza meyakini para
pelanggannya bakal beralih memakai 4G LTE karena kebutuhan akses Internet cepat
yang telah jadi kebutuhan dasar dalam kehidupan modern.
“Secara natural mereka akan
beralih ke 4G LTE. Ini sama halnya dengan peralihan natural pelanggan dari 2G
ke 3G. Semua terjadi karena kebutuhan,” ujar Merza.
Smartfren merupakan
perusahaan telekomunikasi yang masih bertahan dengan teknologi CDMA. Pesainya,
Telkom Flexi dan Indosat StarOne, memutuskan untuk mengalihkan CDMA ke
teknologi Extended Global System for Mobile communication (E-GSM). Khusus
Telkom, memilih untuk mengalihkan spektrum dan pelanggan Flexi ke Telkomsel.
Sementara Bakrie Telecom
dengan merek Esia, menjalin kerja sama jaringan dengan Smartfren. Dalam
kesepakatan ini, posisi Esia hanya sebagai penyedia jasa telekomunikasi dan
Smartfren berperan sebagai penyelenggara jaringan dan penyedia jasa untuk
bisnisnya sendiri. Esia membayar sejumlah uang kepada Smartfren atas kapasitas
layanan yang dipakai para pelanggannya.

0 comments:
Post a Comment