Monday, 22 June 2015

Mantan Pembantu Terbayang Angeline Disiksa Margriet


Prarekonstruksi kasus penelantaran anak dengan tersangka Margriet Christina Megawe telah selesai digelar di rumah Margriet, Jalan Sedap Malam, Kota Denpasar, Bali. Tiga saksi yang dihadirkan memeragakan 11 adegan.
Sekira pukul 09.30 Wita, para saksi memasuki rumah Margriet dan 1,5 jam kemudian mereka keluar menandakan prarekontruksi telah selesai.
Juru bicara sekaligus pendamping hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah, mengatakan, berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) ada 11 adegan yang diperagakan. Di dalamnya terdapat adegan Angeline dipukul, dijambak, dan diseret.
Tiga saksi yang dihadirkan adalah Frangky A Maringka, Yuliet Christien, dan Lorraine I. Soriton. Frangky dan Yuliet merupakan mantan pembantu yang bekerja selama tiga bulan di rumah Margriet, sementara Lorraine kerabat Margriet.
"Berdasarkan BAP ada 11 adegan. Beberapa adegan berada di lantai dua. Di sana ada adegan pemukulan, si tersangka mejambak Angeline, dan masih banyak adegan lainnya," terang Ipung -sapaan Siti Sapurah- di lokasi, Senin (22/6/2015).
Selain di lantai dua, prarekonstruksi juga berlangsung di sekitar kandang ayam, tempat jenazah Angeline dikubur. "(Sebanyak) 11 adegan itu yang diambil cuma yang penting-penting," tambahnya.
Sementara Frangky mengaku memeragakan 10 adegan. Mantan pembantu di rumah Margriet itu menjelaskan, salah satunya Angeline dipukul menggunakan bambu.
"Saya memeragakan ada 10 adegan. Angeline tidak hanya dipukul satu kali, tapi berkali-kali," ungkapnya.

Saat reka adegan itu, Frangky mengaku terbayang-bayang bagaimana bocah delapan tahun tersebut disiksa ibu angkatnya. "Terasa masih terbayang Angeline merasa kesakitan saat dipukul oleh ibunya," pungkas dia.
Share this article

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2015 Informasi • All Rights Reserved.
back to top