Thursday, 25 June 2015

Kebiasaan Ekonomi Perlu Diubah dari Konsumtif Jadi Produktif


JAKARTA – Pemerintah perlu mengajak masyarakat untuk mengubah pola ekonomi dari yang biasanya sebagai masyarakat konsumtif menjadi masyarakat yang produktif.
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT), mengungkapkan perubahan itu dapat dilakukan dengan mengamati dan mencontoh bagaimana cara bangsa asing dalam mengubah bangsanya.
"Jadi Negara Indonesia itu perlu pembenahan, bagaimana seharusnya kita dapat mengamati bangsa asing sehingga kita bisa bekerja secara maksimal. Karena salah satu yang bisa dilakukan bangsa ini yaitu bagaimana kesenjangan sosial itu dipersimpit," ujar HT, saat ditemui di Jakarta, Kamis (25/6/2015).
Dia menyatakan, Indonesia perlu melakukan pembenahan. Karena, sebagai sebuah negara Indonesia memiliki potensi di mana negara lain tidak memilikinya.
"Seharusnya Negara Indonesia itu merupakan negara yang maju, tapi kenyataannya saat ini banyak kontradiksi. Indonesia memiliki laut paling besar kemudian negeri ini luas, subur dan lain-lain. Jadi potensi Indonesia itu besar sekali. Di mana ada negara lain punya Indonesia juga punya, sementara negara lain tidak punya tapi kita memiliki," paparnya.
Oleh karenanya, CEO MNC Group ini menyarankan agar pemerintah memberikan program khusus yang diarahkan kepada masyarakat kecil, agar kesenjangan sosial tersebut dapat dihapuskan.
"Masyarakat mikro, yaitu petani nelayan dan juga buruh. Sehingga, bagaimana ada program khusus yang diarahkan kepada mereka supaya mereka sejahtera dan kesenjangan sosial itu dapat dihilangkan," imbuhnya.
Selanjutnya, HT menyarankan kepada pemerintahan Jokowi-JK dapat memaksimalkan potensi sumber daya alam yang dianugrahkan tuhan kepada bangsa ini. Pemanfaatan potensi sumber daya alam itu, ungkap HT, berupa menggeser ekonomi dari semula masyarakat yang konsumtif menjadi masyarakat produktif.

"Kita bisa maksimalkan sumber daya alam yang bisa kita miliki dan melakukan kebijakan-kebijakan yang masyarakat ini, kita perlu menggeser ekonomi yang sifatnya konsumsi ini yang sekarang bisa produksi. Karena kita tidak bisa sebagai wasit saja namun harus ada kebijakan yang pasti," tukasnya.
Share this article

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2015 Informasi • All Rights Reserved.
back to top