JAKARTA
– Pemerintah perlu mengajak masyarakat untuk mengubah pola ekonomi dari yang
biasanya sebagai masyarakat konsumtif menjadi masyarakat yang produktif.
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo
(HT), mengungkapkan perubahan itu dapat dilakukan dengan mengamati dan
mencontoh bagaimana cara bangsa asing dalam mengubah bangsanya.
"Jadi Negara Indonesia itu perlu
pembenahan, bagaimana seharusnya kita dapat mengamati bangsa asing sehingga
kita bisa bekerja secara maksimal. Karena salah satu yang bisa dilakukan bangsa
ini yaitu bagaimana kesenjangan sosial itu dipersimpit," ujar HT, saat
ditemui di Jakarta, Kamis (25/6/2015).
Dia menyatakan, Indonesia perlu melakukan
pembenahan. Karena, sebagai sebuah negara Indonesia memiliki potensi di mana
negara lain tidak memilikinya.
"Seharusnya Negara Indonesia itu
merupakan negara yang maju, tapi kenyataannya saat ini banyak kontradiksi.
Indonesia memiliki laut paling besar kemudian negeri ini luas, subur dan
lain-lain. Jadi potensi Indonesia itu besar sekali. Di mana ada negara lain
punya Indonesia juga punya, sementara negara lain tidak punya tapi kita
memiliki," paparnya.
Oleh karenanya, CEO MNC Group ini menyarankan
agar pemerintah memberikan program khusus yang diarahkan kepada masyarakat
kecil, agar kesenjangan sosial tersebut dapat dihapuskan.
"Masyarakat mikro, yaitu petani nelayan
dan juga buruh. Sehingga, bagaimana ada program khusus yang diarahkan kepada
mereka supaya mereka sejahtera dan kesenjangan sosial itu dapat
dihilangkan," imbuhnya.
Selanjutnya, HT menyarankan kepada
pemerintahan Jokowi-JK dapat memaksimalkan potensi sumber daya alam yang
dianugrahkan tuhan kepada bangsa ini. Pemanfaatan potensi sumber daya alam itu,
ungkap HT, berupa menggeser ekonomi dari semula masyarakat yang konsumtif
menjadi masyarakat produktif.
"Kita bisa maksimalkan sumber daya alam
yang bisa kita miliki dan melakukan kebijakan-kebijakan yang masyarakat ini,
kita perlu menggeser ekonomi yang sifatnya konsumsi ini yang sekarang bisa
produksi. Karena kita tidak bisa sebagai wasit saja namun harus ada kebijakan
yang pasti," tukasnya.


0 comments:
Post a Comment